The Role of Cognitive and Affective Conflict in Early Implementation of Activity-Based Cost Management (Robert H. Chenhall)

ABCM dapat meningkatkan informasi untuk keputusan strategi yang meliputi perencanaan produk dan manajemen kos. Namun, organisasi tidak memp...

ABCM dapat meningkatkan informasi untuk keputusan strategi yang meliputi perencanaan produk dan manajemen kos. Namun, organisasi tidak memperoleh manfaat dari implementasi ABCM karena organisasi mengalami kesulitan dalam pengimplementasian ABCM. Beberapa penulis berpendapat bahwa hambatan keberhasilan dari implementasi adalah kurangnya perhatian terhadap faktor perilaku selama implementasi. Belum ada penelitian empiris yang dapat membantu menjelaskan mengapa faktor perilaku selama implementasi dapat memungkinkan peningkatan keberhasilan ABCM.Hasil penelitian menyatakan bahwa ABCM telah diterima dan digunakan oleh manajer non accounting tetapi tidak memiliki hubungan utama dengan sistem keuangan. Hal tersebut dikarenakan ada hubungan positif antara keberhasilan implementasi ABCM dan pertimbangan terhadap faktor perilaku selama proses implementasi. Hubungan ini dapat dijelaskan oleh variabel intervening yaitu peran dari konflik kognitif dan afektif secara umum selama proses implementasi awal. Pengaruh konflik kognitif dan afektif dijabarkan karena hubungan teoritis antara faktor perilaku relevan terhadap tahap awal dari implementasi ABCM dan kedua konflik (kognitif dan afektif), dan hubungan aspek-aspek dari konflik dengan keberhasilan dari hasil implementasi.

Penelitian ini menyediakan bukti bahwa konflik dalam implementasi ABCM dapat dipisah ke dalam 2 komponen, yaitu elemen kognitif dan elemen afektif. Dalam implementasi ABCM, konflik kognitif bermanfaat sebagai intervening antara faktor implementasi perilaku dan manfaat hasil implementasi, sedangkan konflik afektif memiliki sedikit peran penting. Penelitian ini fokus terhadap tiga faktor implementasi perilaku terhadap ABCM yang berasal dari literature implementasi ABCM yang telah diidentifikasi secara empiris sebagai penelitian yang relevan terhadap penelitian dari keberhasilan ABCM. Tiga faktor implementasi tersebut merupakan struktur multidimensional yang terdiri dari dukungan top manajemen, kejelasan tujuan, dan pelatihan.

Penelitian Sebelumnya 
Survey membuktikan bahwa penggunaan ABCM oleh perusahaan sekitar 20 persen, meskipun penggunaan ABCM lebih tinggi (sampai 50 persen) dalam entitas yang lebih besar (Innes and Mitchell 1995; Chenhall and Langifield-Smith 1998; Kennedy and Affleck-Graves 2001: Ittner et al. 2002: Cotton et al. 2003). Meskipun saat ABCM bisa dilihat sebagai peningkatan dalam sistem tradisional (Shields 1995; Swenson 1995, McGowan 1998), banyak organisasi ABCM belum memenuhi ekspektasi (Innes and Mitchell 1995; Bhimani 1996; Lukka and Granlund 1996; Innes et al. 2000). Saat karakteristik teknik ABCM dipahami dengan baik, beberapa organisasi memiliki kesulitan dalam pengimplementasian sistem (Selto 1995; Innes and Mitchell 1995; Lukka and Granlund 1996). Faktor perilaku berhubungan dengan keberhasilan penerapan termasuk dukungan, hubungannya dengan strategi kompetitif, kecukupan sumber daya, kepemilikan non akuntansi, hubungannya dengan evaluasi kinerja dan kompensasi, implementasi pelatihan, kejelasan dari tujuan, dan jumlah tujuan yang akan dicapai dalam implementasi ABCM (Shields 1995; Foster and Swenson 1997; McGowan and Klammer 1997). ABCM diakui sebagai kegunaan yang potensial dalam perencanaan produk dan kos manajemen (Bromwich and Bhimani 1994, 77-81; Kaplan 1994: Shank and Govindarajan 1995; Palmer and Vied 1998; Innes et al. 2000; Kennedy and Affleck-Graves 2001; Ittner et al. 2000)

Sampel
Populasi yang dipilih adalah perusahaan manufaktur. Perusahaan yang dipilih adalah perusahaan yang baru-baru ini menerapkan ABCM.  Pengumpulan data menggunakan metode kuesioner. Kuesioner dikirim kepada 18 perusahaan. 18 perusahaan terdapat 64 SBU. Kuesioner ditujukan kepada manajer senior. Dalam beberapa instansi ada manajer keuangan senior, manajer umum dan manajer manufaktur. Respon dari pengiriman kuesioner diterima dari 56 manajer. Surat untuk mengingatkan pengisian kuesioner telah dikirimkan 1 bulan setelah surat pertama keluar. Namun, tidak ada kuesioner tambahan yang kembali. Rata – rata umur responden adalah 40 tahun. Rata – rata bekerja dalam perusahaan 6 tahun. Dalam jabatan terakhir dijabat selama 4 tahun.

Batasan 
1. Hasil penelitian mewakili kondisi yang penting tetapi tidak cukup untuk keberadaan hubungan sebab akibat
2. Faktor perilaku implementasi ABCM diteliti hanya bagian dari faktor yang memungkinkan.
3. Diperlukan penelitian yang lebih banyak dalam mempertimbankgan aspek tambahan kesuksesan.
4. Dalam membentuk instrument yang digunakan untuk mengukur konflik dan implementasi ABCM, hasil pengukuran merupakan hal baru.
5. Model yang dipertimbangkan hanya konflik dan memungkinkan adanya variabel lain yang dapat ditambahkan untuk menjelaskan  faktor perilaku implementasi dengan keberhasilan hasil
6. penelitian ini mempertimbankgan penerapan awal ABCM, Kemungkinan  peran dari konflik akan berbeda di penerapan ABCM yang lebih matang
7. convenience sample digunakan dalam penelitian ini. Penelitian berikutnya diharapkan mengunakan  random sampling dan sampel yang lebih besar.

Kesimpulan
Konflik terutama konflik kognitif dapat menjadi perantara hubungan antara faktor perilaku dan keberhasilan penerapan system.

COMMENTS

Nama

Akuntansi Keuangan,15,Akuntansi Manajemen,15,Aplikasi Akuntansi,1,Ekonomi,6,Keperilakuan,24,Manajemen Keuangan,2,Perpajakan,7,Sistem Informasi Akuntansi,1,Sistem Informasi Manajemen,4,Teori Akuntansi,11,Teori Investasi dan Pasar Modal,12,
ltr
item
Info Akuntansi: The Role of Cognitive and Affective Conflict in Early Implementation of Activity-Based Cost Management (Robert H. Chenhall)
The Role of Cognitive and Affective Conflict in Early Implementation of Activity-Based Cost Management (Robert H. Chenhall)
Info Akuntansi
https://www.infoakuntansi.id/2019/07/the-role-of-cognitive-and-affective.html
https://www.infoakuntansi.id/
https://www.infoakuntansi.id/
https://www.infoakuntansi.id/2019/07/the-role-of-cognitive-and-affective.html
true
566536763226980104
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy