Ringkasan : Aset tetap menurut PSAK dan UU Perpajakan

Aset  tetap  meliputi  tanah,  bangunan  (kantor,  pabrik,  gedung)  dan  peralatan  (mesin, perabotan, perkakas). Secara akuntansi, penyus...

Aset  tetap  meliputi  tanah,  bangunan  (kantor,  pabrik,  gedung)  dan  peralatan  (mesin, perabotan, perkakas). Secara akuntansi, penyusutan aktiva tetap dimulai pada saat aktiva  tersebut siap  untuk  digunakan  (PSAK  16).  Sedangkan  secara  perpajakan, penyusutan aktiva tetap dimulai pada bulan dilakukannya pengeluaran kecuali untuk harta yang masih dalam proses pengerjaaan, penyusutannya dimulai pada bulan selesainya pengerjaan harta tersebut. (UU Pajak Penghasilan No.36 Tahun 2008 Pasal 11 ayat (3)).

Aset tetap yang dapat direvaluasi meliputitanah, bangunan, dan bukan bangunan, dengan syarat tidak dimaksudkan untuk dialihkan. Revaluasi dapat dilakukan baik terhadap keseluruhan aktiva  tetap  maupun  sebagian  aktiva  tetap  yang  dimiliki.Penilaian  didasarkan  pada  nilai pasar wajar pada saat penilaian yang dilakukan oleh lembaga penilai yang diakui Pemerintah.
Menurut Akuntansi :
1. Revalusi aset tetep dilakukan berdasarkan nilai wajar/nilai pasar
2. Akuntansi mengharukan revaluasi dilakukan secara regular
3. Revaluasi  yang  dilakukan  pada  sekelompok  aset  dengan  kegunaan  yang  serupa dilaksanakan secara bersamaan (paragraf 36)
4. Frekuensi pelaksanaan revaluasi sendiri tergantung pada perubahan nilai wajar suatu aset. Jika  nilai  wajar  yang  tercatat  berbeda  secara  material  dengan  nilai  revaluasi,  maka revaluasi lanjutan perlu dilaksanakan. Untuk aset tetap yang mempunyai perubahan nilai wajar secara fluktuatif dan sifatnya signifikan, revaluasi dapat dilaksanakan tiap tahun. Sedangkan  untuk  beberapa  aset  lain  yang  tidak  mengalami  perubahan  secara  fluktuatif dan  signifikan,  revaluasi  tidak  perlu  dilaksanakan  setiap  tahun.  Untuk  aset  seperti  itu revaluasi dapat dilakukan setiap tiga tahun atau lima tahun.
5. Jika  terdapat  selisih.  Jika  jumlah  tercatat  aset  meningkat  akibat  revaluasi,  kenaikan tersebut langsung dikredit ke ekuitas pada bagian surplus revaluasi. Namun, jika revaluasi tersebut  merupakan  revaluasi  lanjutan  setelah  revaluasi  pertama  maka  kenaikan  atas revaluasi harus diakui dalam laporan laba rugi hingga sebesar jumlah penurunan nilai aset akibat revaluasi yang pernah diakui sebelumnya dalam laporan laba rugi. Jika jumlah tercatat aset turun akibat revaluasi, penurunan tersebut diakui dalam laporan laba  rugi.Namun,  penurunan  nilai  akibat  revaluasi  tersebut  langsung  didebit  ke  ekuitaspada  bagian  surplus  revaluasi  selama  penurunan  tersebut  tidak  melebihi  saldo  kredit surplus revaluasi untuk aset tersebut.

Menurut Perpajakan :
1. Revaluasi Aset tetap untuk tujuan perpajakan dilakukan berdasarkan harga perolehan
2. Ketentuan pajak melarang dilakukan revaluasi sebelum lima tahun.
3. Penilaian kembali aset tetap Perusahaan dilakukan terhadap: (a)  Seluruh aset tetap berwujud, termasuk tanah yang berstatus hak milik atau hak guna bangunan; atau (b) seluruh  aset  tetap  berwujud  tidak  termasuk  tanah,  yang  terletak  atau  berada  di Indonesia,  dimiliki,  dan  dipergunakan  untuk  mendapatkan,  menagih,  dan  memelihara  penghasilan yang merupakan Objek Pajak (Pasal 3 ayat 1);
4. Penilaian kembali aset tetap perusahaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak dapat  dilakukan kembali sebelum lewat jangka waktu 5 (lima) tahun terhitung sejak penilaian kembali  aset  tetap  perusahaan  terakhir  yang  dilakukan  berdasarkan  Peraturan  MenteriKeuangan ini (Pasal 3 ayat 2);
5. Selisih  lebih  penilaian  kembali  aset  tetap  perusahaan  di  atas  nilai  sisa  buku  komersial semula setelah dikurangi dengan Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 harus  dibukukan  dalam  neraca  komersial  pada  perkiraan  modal  dengan  nama  “Selisih Lebih Penilaian Kembali Aset Tetap Perusahaan Tanggal ……………“ (Pasal 9 ayat 1);

Beberapa ketentuan umum revaluasi menurut aturan perpajakan dapat diringkaskan berikut ini:
a) Selisih revaluasi dikenakan pajak final sebesar 10%. 
b) Penilaian kembali aktiva tetap tidak dapat dilakukan sebelum lewat jangka waktu lima tahun terhitung dari revaluasi terakhir.
c) Hasil revaluasi akan memperbaruhi nilai tercatat aset dan menjadi dasar penyusutan fiskal.
d) Revaluasi  yang  tidak  memperoleh  persetujuan  DJP  untuk  penilaian  kembali  aktiva  tetap, maka  nilai  revaluasi  yang  ditetapkan  tidak  dapat  digunakan  sebagai  dasar  melakukan penyusutan fiskal.
Perusahaan  yang  menjual  aset  yang  telah  direvaluasi  sebelum  masa  penyusutan  berakhir (kelompok 1 dan 2) atau sebelum 10 tahun dari tanggal revaluasi (kelompok lainnya), maka akan dikenakan tambahan pajak final sebesar selisih tarif terakhir dikurangi 10% (25%  -  10% = 15%) dikalikan dengan keuntungan revaluasi aset.
Walaupun konsep revaluasi akan membuat laporan keuangan lebih relevan dalam pengambilan keputusan, namun dalam pratik masih sulit untuk dilakukan.
-----
Daftar Pustaka 
PSAK No.16 , Aset Tetap dan Aset Lain-Lain
Peraturan Menteri Keuangan No.  79/PMK.03/2008 “Tentang Penilaian Kembali Aktiva Tetap Perusahaan Untuk Tujuan Perpajakan”
Peraturan  Direktur  Jenderal  Pajak  Nomor  PER  -  12/PJ/2009   “Tentang  tata  cara  pengajuan permohonan  dan  pengadministrasian  penilaian  kembali  aktiva  tetap  perusahaan  untuk tujuan perpajakan”
Undang-Undang  No. 36 Tahun 2008 (Pasal 19 dan Pasal 4 ayat (1) hutuf m)  Perubahan Keempat atas Undang-Undang no.7 tahun 1983 tentang pajak penghasilan

COMMENTS

Nama

Akuntansi Keuangan,15,Akuntansi Manajemen,15,Aplikasi Akuntansi,1,Ekonomi,6,Keperilakuan,24,Manajemen Keuangan,2,Perpajakan,7,Sistem Informasi Akuntansi,1,Sistem Informasi Manajemen,4,Teori Akuntansi,11,Teori Investasi dan Pasar Modal,12,
ltr
item
Info Akuntansi: Ringkasan : Aset tetap menurut PSAK dan UU Perpajakan
Ringkasan : Aset tetap menurut PSAK dan UU Perpajakan
Info Akuntansi
https://www.infoakuntansi.id/2019/07/ringkasan-aset-tetap-menurut-psak-dan.html
https://www.infoakuntansi.id/
https://www.infoakuntansi.id/
https://www.infoakuntansi.id/2019/07/ringkasan-aset-tetap-menurut-psak-dan.html
true
566536763226980104
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy