Behavioral Finance : Self-attribution bias

Self-attribution bias  terjadi ketika seseorang investor terlalu tinggi dalam membobot diri sendiri. Menganggap bahwa kesuksesan adalah baw...

Self-attribution bias terjadi ketika seseorang investor terlalu tinggi dalam membobot diri sendiri. Menganggap bahwa kesuksesan adalah bawaan mereka(bakat). Cenderung menganggap kegagalan adalah pengaruh luar dan nasib buruk. Fenomena kognitif yang disebabkan oleh manusia karena faktor situasional dan keberhasilan dalam faktor disposional.

Faktor dari self-attribution bias adalah :

1.Self serving bias : mewakili kecenderungan orang untuk mengklaim suatu yang rasional atas keberhasilan mereka.
2. Self protecting bias : mewakili efek wajar, penyangkalan irasional tanggung jawab atas kegagalan.

Berawal dari self-attribution bias Kemungkinan :
 Menjadi overconfidence lalu overcomitmen dan kemudian beli saham banyak dan tidak hati-hati.
 Menganggap membeli banyak saham adalah diversifikasi,  padahal tidak dan risikonya sama.
 Manusia itu selfist, suka ngeyel tapi gak sadar bahwa gagal untuk menyesuaikan overconfidence.

Implikasi pada investor :
1. Self-attribution bias dapat membuat seseorang menganggap kesuksesan investasi berkat ketajamannya dan bukan faktor lain diluar kendali mereka. Perilaku ini dapat menyebabkan seseorang jadi overconfidence dalam perilaku mereka.
2. Self-attribution bias menyebabkan investor berdagang terlalu banyak dan tidak bijaksana. Karena investor percaya bahwa investasi beehasil berkaitan dengan skill, akan membahayakan kekayaan.
3. Self-attribution bias dapat menyebabkan investor hanya ingin mendengar apa yang ingin mereka dengar saja. Saat investor diberi informasi terkait informasi yang berkaitan dengan penegasan keputusannya, investor akan menganggap hal itu adalah karena kecemerlangan dirinya. Hal ini menyebabkan pembelian investasi yang seharusnya tidak dibeli.
4.  Self-attribution bias dapat menyebabkan seseorang menahan underdiversified portofolio (tidak ada diversifikasi portofolio, risiko investasinya sama).

Saran untuk mengurangi self-attribution bias adalah Post analis
----------------
Daftar Pustaka 
Pompian, M. M. (2006). Behavioral Finance and Wealth Management. How to Build Optimal Portfolios That Account for Investor Biases, New Jersey.

COMMENTS

Nama

Akuntansi Keuangan,15,Akuntansi Manajemen,15,Aplikasi Akuntansi,1,Ekonomi,6,Keperilakuan,24,Manajemen Keuangan,2,Perpajakan,7,Sistem Informasi Akuntansi,1,Sistem Informasi Manajemen,4,Teori Akuntansi,11,Teori Investasi dan Pasar Modal,12,
ltr
item
Info Akuntansi: Behavioral Finance : Self-attribution bias
Behavioral Finance : Self-attribution bias
Info Akuntansi
https://www.infoakuntansi.id/2019/07/behavioral-finance-self-attribution-bias.html
https://www.infoakuntansi.id/
https://www.infoakuntansi.id/
https://www.infoakuntansi.id/2019/07/behavioral-finance-self-attribution-bias.html
true
566536763226980104
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy