Behavioral Finance : Regret aversion bias

Regret aversion bias adalah kecenderungan menghindari tindakan yang tegas karena takut menyesal atau cenderung menghindari rasa menyesal. ...

Regret aversion bias adalah kecenderungan menghindari tindakan yang tegas karena takut menyesal atau cenderung menghindari rasa menyesal. Sampai dengan tindakan “tidak berbuat apa-apa” karena tidak mau mencoba.

Terdapat 2 jenis kesalahan:
1.Kesalahan komisi terjadi saat mengambil tindakan  salah akan menyebabkan penyesalan.
2.Kesalahan kelalaian terjadi ketika seseorang melalaikan peluang.

Implikasi pada investor :
1.Regret aversion bias dapat menyebabkan investor menjadi terlaly konservatif dalam memilih investasi.
Saran : penasehat kekayaan dapat memebrikan manfaat jangka panjang untuk menambah asset yang beresiko  untuk portofolio.
2.Regret aversion bias dapat menyebabkan investor terlalu menghindari pasar yang cenderung baru turun.
Saran : manajemen disiplin adalah kunci kesuksesan jangka panjang, penasehat dapat memebrikan gambaran bahwa rugi adalah bukan hal yang buruk.
3.Regret aversion bias dapat membuat investor memegang saham yang merugi terlalu lama.
Karena investor befikiran bahwa “jangan-jangan saham yang rugi suatu saat akan menguntungkan” sehingga menyebabkan seseorang tidak melakukan apa-apa.
4.Regret aversion bias dapat membuat investor memegang saham yang menguntungkan terlalu lama. Karena investor berfikir bahwa “jangan-jangan saham yang untung akan naik lagi keuntungannya”, sehingga menyebabkan seseorang tidak melakukan apa-apa.
Saran 3-4 : investor harus menurunkan emosi dan tidak bsa berharao bahwa nilai saham akan terus naik, karena memegang saham terlalu lama juga dapat menurunkan nilai saham.
5.Regret aversion bias dapat menyebabkan “herding behavior”
Herding behavior  adalah perilaku ikut-ikutan, investor kecil umumnya ikut-ikutan dan bisa juga menjadi korban.
Saran : penasehat keuangan dapat mempertanyakan motivasi investor dalam berinvestasi.
6.Regret aversion bias dapat dapat menyebabkan investor memilih investasi yang subjektif.
---------------
Daftar Pustaka 
Pompian, M. M. (2006). Behavioral Finance and Wealth Management. How to Build Optimal Portfolios That Account for Investor Biases, New Jersey.

COMMENTS

Nama

Akuntansi Keuangan,15,Akuntansi Manajemen,15,Aplikasi Akuntansi,1,Ekonomi,6,Keperilakuan,24,Manajemen Keuangan,2,Perpajakan,7,Sistem Informasi Akuntansi,1,Sistem Informasi Manajemen,4,Teori Akuntansi,11,Teori Investasi dan Pasar Modal,12,
ltr
item
Info Akuntansi: Behavioral Finance : Regret aversion bias
Behavioral Finance : Regret aversion bias
Info Akuntansi
https://www.infoakuntansi.id/2019/07/behavioral-finance-regret-aversion-bias.html
https://www.infoakuntansi.id/
https://www.infoakuntansi.id/
https://www.infoakuntansi.id/2019/07/behavioral-finance-regret-aversion-bias.html
true
566536763226980104
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy