Behavioral Finance : Overconfidence bias

Overconfidence bias bisa disebut sebagai suatu keyakinan yang tidak dapat dijamin dengan alasan, penilaian dan kemampuan kognitif. Bias ini...

Overconfidence bias bisa disebut sebagai suatu keyakinan yang tidak dapat dijamin dengan alasan, penilaian dan kemampuan kognitif. Bias ini terjadi biasanya saat investor tidak sadar.  Bias ini bisa terjadi karena investor tidak siap akan masa depan. Dalam investasi Return tinggi = Risiko tinggi. Portofolio yang bagus, investasi bukan di saham A,B,C namun Saham A, property, logam mulia.

Penyebab overconfidence:
1.   Bawaan, setiap orang punya sikap/respon. Cenderung didalam seseorang yang berani mengambil risiko.
2.   Situasi dan kondisi, contoh : pada saat orang banyak jual/beli, mengikuti arus masa, emosi dalam pengambilan keputusan.

Terdapat 2 teknis :
1.      Prediction overconfidence
Investor akan mengestimasi nilai saham dimasa yang akan datang. Investor yang overconfidence kan memprediksi kenaikan atau penurunan hanya 10%, padahal dalam sejarah kenaikan dan penurunan pasti lebih dari 10%. Disini investor meremehkan portofolio mereka.
2.      Certainly overconfidence
Bila investor berinvestasi pada perusahaan yang baik, investor akan menutup kemungkinan kerugian. Jika kenyataan tidak sesuai dengan yang diaykini, akan terkejut dan bahkan kecewa.

Implikasi pada investor :
1.  Overconfidence bias dapat menyebabkan investor menaksir secara berlebih kemampuan mereka dalam mengevaluasi potensi perusahaan.
Saran : investor harus harus dasar dan harus memperbanyak data yang mereka miliki.
2.  Overconfidence bias dapat menyebabkan investor berdagang secara berlebih akibat terlalu percaya diri mereka menganggap investor memiliki pengetahuan khusus yang tidak dimiliki orang lain.
Saran : investor harus berdagang dengan bijaksanan, investor harus menjaga frekuensi perdagangan dan memperhitungkan return yang akan diperoleh.
3.  Overconfidence bias dapat menyebabkan investor tidak melakukan diversifikasi portofolio.
Saran : investor yakin pada portofolio yang mereka miliki, penasehat keuangan dapat memberikan saran untuk strategi-strategi perencanaan.
4.  Overconfidence bias dapat menyebabkan investor tidak mengerti dan tidak memperdulikan data statistik kinerja investasi historisnya dan meremehkan adanya risiko.
Saran : investor harus meninjau kembali investasinya dan harus mempelajari pasar jangka pangjang.
-------
Daftar Pustaka
Pompian, M. M. (2006). Behavioral Finance and Wealth Management. How to Build Optimal Portfolios That Account for Investor Biases, New Jersey.


COMMENTS

Nama

Akuntansi Keuangan,15,Akuntansi Manajemen,15,Aplikasi Akuntansi,1,Ekonomi,6,Keperilakuan,24,Manajemen Keuangan,2,Perpajakan,7,Sistem Informasi Akuntansi,1,Sistem Informasi Manajemen,4,Teori Akuntansi,11,Teori Investasi dan Pasar Modal,12,
ltr
item
Info Akuntansi: Behavioral Finance : Overconfidence bias
Behavioral Finance : Overconfidence bias
Info Akuntansi
https://www.infoakuntansi.id/2019/07/behavioral-finance-overconfidence-bias.html
https://www.infoakuntansi.id/
https://www.infoakuntansi.id/
https://www.infoakuntansi.id/2019/07/behavioral-finance-overconfidence-bias.html
true
566536763226980104
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy