Behavioral Finance : Framing bias

Framing bias adalah kecenderungan mengambil keputusan berdasarkan konteks dimana pilihan disajikan. Framing itu boleh, framing bias terjad...

Framing bias adalah kecenderungan mengambil keputusan berdasarkan konteks dimana pilihan disajikan. Framing itu boleh, framing bias terjadi pada orang yang merespon framing. Penerima pesan yang dibingkai dalam konteks positif maupun negatif bisa benar bisa bias. Benar jika dia merespon dengan netral, bias jika terlalu agresif atau terlalu konservatif. Menegosiasi keputusan terkait dengan pengambilan informasi sesuai dengan kebutuhan, bukan membatasi. Prudence adalah orang yang hati-hati , tidak erlalu berani tapi juga tidak terlalu takut.
Contoh :
Framing positif : (+) “mau minum apa ?”
Framing negatif : (-) “mau minum gak ?”
Contoh :
Framing positif : (+) “waktu ujian masih 10 menit”, sehingga yang mengalami bias dia akan santai-santai dan tenang-tenang
Framing negatif : (-) “waktu ujian tinggal 10 menit”  sehingga yang menggalami bias akan terburu-buru.
Seseorang yang tidak mengalami bias dalam merespon 2 situasi tersebut adalah tetap netral. Tenang tapi bukan tenang-tenang.

Implikasi pada investor :
1. Framing bias dapat menyebabkan sikap terhadap toleransi risiko yang terlalu konservatif (biasanya jadi bias framing negatif) dan terlalu agresif (biasanya jadi bias framing positif).
Saran : penasehat keuangan harus membantu investor dalam menjaga gambaran besar dan tujuan keuanan jangka panjang.
2.Framing bias dan loss aversion dapat menjelaskan keengganan risiko yang berlebih.
Saran : penasehat keuangan harus membuat referensi untuk keuntungan dan kerugian yang terjadi pada periode sebelumnya.
3.Narrow framing dalam jangka panjangpun dapat menyebabkan investor terobsesi pada fluktuasi harga saham jangka pendek.
Saran : penasehat keuangan perlu memahami  dan mewaspadai kata-kata agar netral dan terhindar dari framing bias.
4.Rekomendasi investasi yang dibingkai optimis atau pesimis dapat mempengaruhi kemauan investasi.
Saran : penasehat keuangan menyajikan fakta dan pilihan untuk klien secara netral dan seragam mungkin.
-----------------
Daftar Pustaka 
Pompian, M. M. (2006). Behavioral Finance and Wealth Management. How to Build Optimal Portfolios That Account for Investor Biases, New Jersey.

COMMENTS

Nama

Akuntansi Keuangan,15,Akuntansi Manajemen,15,Aplikasi Akuntansi,1,Ekonomi,6,Keperilakuan,24,Manajemen Keuangan,2,Perpajakan,7,Sistem Informasi Akuntansi,1,Sistem Informasi Manajemen,4,Teori Akuntansi,11,Teori Investasi dan Pasar Modal,12,
ltr
item
Info Akuntansi: Behavioral Finance : Framing bias
Behavioral Finance : Framing bias
Info Akuntansi
https://www.infoakuntansi.id/2019/07/behavioral-finance-framing-bias.html
https://www.infoakuntansi.id/
https://www.infoakuntansi.id/
https://www.infoakuntansi.id/2019/07/behavioral-finance-framing-bias.html
true
566536763226980104
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy