Behavioral Finance : Conservatism bias

Conservatism bias terjadi ketika seseorang berpegang teguh pada pandangan atau perkiraan awal. Seseorang bereaksi atas dasar informasi yang...

Conservatism bias terjadi ketika seseorang berpegang teguh pada pandangan atau perkiraan awal. Seseorang bereaksi atas dasar informasi yang mudah diolah  terlalu berhati-hati.
Anchoring bias  memiliki informasi awal, setelah pengambilan keputusan ternyata ada informasi baru (terjangkar pada informasi), lalu ketika ada  informasi baru , disesuaikan (adjustmen).

Adjustmen karena informasi baru mengakibatkan 2 hal :
1.   Bias konservatif : telat bereaksi, tidak percaya informasi baru.
Dalam teori efisiensi pasar ada 3 bentuk : lemah (conservatism), semi kuat (informasi diolah dan langsung di publikasikan) dan kuat (blm ada sampai saat ini.
2.    Bias Representatif : terlalu percaya pada informasi baru, overacting , reaksi yang berlebihan.

Implikasi pada investor :
1.   Bias konservatif dapat menyebabkan investor berpegang teguh pada pandangan awal, berperilaku infleksibelity ketika informasi baru disajikan.
Contoh : asumsinya investor membeli saham berdasarkan pengetahuan bahwa perusahaan berencana mengumumkan informasi produk baru dimasa yang akan datang. Lalu perusahaan mengumumkan gagal memasarkan produk baru. Investor terlalu optimis dan gagal menyesuaikan diri ketika ada pengumuman negatif.
2. Bias konservatif dapat memyebabkan investor terlambat bereaksi.
Contoh : jika ada pengumuman laba yang menurunkan harga saham investor, investr konservatif akan terlambat menjual.
3. Bias konservatif dapat berhubungan dengan kesulitan memproses informasi baru. Karena seseorang merasa tidak nyaman dengan perasaannya ketika disajikan data yang kompleks, pilihan paling mudah adalah berpegang teguh pada keputusan awal.

Saran :
Investor harus menyadari adanya pendirian teguh pada pandangan awal
Investor harus yakin dalam bereaksi tegas untuk informasi baru. Bukan berarti menghadapinya tanpa analisis yang cermat.
Mencari penasehat professional ketika menafsirkan informasi
Conservatism dapat mencegah pengambilan keputusan yang baik dan investor menunjukkan dan memperhatikan setiap kecenderungan yang mungkin membuat investor berpegang teguh padaa pandangan awal.
----------------
Daftar Pustaka 
Pompian, M. M. (2006). Behavioral Finance and Wealth Management. How to Build Optimal Portfolios That Account for Investor Biases, New Jersey.

COMMENTS

Nama

Akuntansi Keuangan,15,Akuntansi Manajemen,15,Aplikasi Akuntansi,1,Ekonomi,6,Keperilakuan,24,Manajemen Keuangan,2,Perpajakan,7,Sistem Informasi Akuntansi,1,Sistem Informasi Manajemen,4,Teori Akuntansi,11,Teori Investasi dan Pasar Modal,12,
ltr
item
Info Akuntansi: Behavioral Finance : Conservatism bias
Behavioral Finance : Conservatism bias
Info Akuntansi
https://www.infoakuntansi.id/2019/07/behavioral-finance-conservatism-bias.html
https://www.infoakuntansi.id/
https://www.infoakuntansi.id/
https://www.infoakuntansi.id/2019/07/behavioral-finance-conservatism-bias.html
true
566536763226980104
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy