Behavioral Finance : Cognitif dissonance bias

Informasi baru akan menyebabkan konflik dengan pemahaman terdahulu dan membuat seseorang menjadi tidak nyaman. Saat orang memodifikasi peri...

Informasi baru akan menyebabkan konflik dengan pemahaman terdahulu dan membuat seseorang menjadi tidak nyaman. Saat orang memodifikasi perilaku, maka orang itu tidak rasional. (untuk menghilangkan ketidaknyamanan).

Terdapat 2 aspek dalam cognitif dissonance bias :
1.  Selective perceptions. (baru persepsi)
Mengingat informasi yang men-support keputusannya saja, keputusan menjadi tidak objektif.
Informasi yang bertentangan diabaikan, karena membuat tidak nyaman.
Contoh kehidupan sehari-hari :
Iklan minyak goreng : minyak goreng mengandung kolestrol.
Padahal minyak goreng dari kepala. Sawit, jagung, dll (nabati) sedang kolestrol ada di hewani.
Contoh dalam investasi :
Investor tidak ingin investasi di perusahaan luar negeri karena ada kata-kata haram.
2.  Selective decision making. (sudah memilih keputusan).
Komitmen pada keputusan awal sangat tinggi, (eskalasi komitmen).
Jika ternyata keliru : akan menjadi tidak nyaman, tidak mau mengakui kesalahannya dan malah melanjutkan kesalahannya.
Contoh dalam investasi :
Saham rugi harusnya di jual, ini malah di hold.

Implikasi pada investor :
1. Bias kognitif dapat menyebankan investor menahan sekuritas yang rugi, demi menghindari rasa sakit karena mengakui pengambilan keputusan yang salah.
2. Bias kognitif dapat menyebabkan investor berinvestasi pada tingkat keamanan yang mereka miliki setelah turun, tanpa menilai investasi baru yang objektif dan rasional.
3. Bias kognitif dapat menyebabkan investor terjebak dalam perilaku suatu kelompok.
4. Bias kognitiff dapat percaya bahwa “kali ini berbeda” .

Saran dalam menghindari :
1.      Memodifikasi keyakinan
2.      Memodifikasi tindakan
3.      Memodifikasi persepsi tindakan yang relevan.
Saran 1,2 adalah yang paling gampang. Saran 3 adalah yang paling sulit.
----------------
Daftar Pustaka 
Pompian, M. M. (2006). Behavioral Finance and Wealth Management. How to Build Optimal Portfolios That Account for Investor Biases, New Jersey.

COMMENTS

Nama

Akuntansi Keuangan,15,Akuntansi Manajemen,15,Aplikasi Akuntansi,1,Ekonomi,6,Keperilakuan,24,Manajemen Keuangan,2,Perpajakan,7,Sistem Informasi Akuntansi,1,Sistem Informasi Manajemen,4,Teori Akuntansi,11,Teori Investasi dan Pasar Modal,12,
ltr
item
Info Akuntansi: Behavioral Finance : Cognitif dissonance bias
Behavioral Finance : Cognitif dissonance bias
Info Akuntansi
https://www.infoakuntansi.id/2019/07/behavioral-finance-cognitif-dissonance.html
https://www.infoakuntansi.id/
https://www.infoakuntansi.id/
https://www.infoakuntansi.id/2019/07/behavioral-finance-cognitif-dissonance.html
true
566536763226980104
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy