Pengungkapan Sukarela

Pengungkapan berarti tidak menutupi atau tidak menyembunyikan (Gozali & Chariri, 2007). Pengungkapan berarti mengungkapkan segala infor...

Pengungkapan berarti tidak menutupi atau tidak menyembunyikan (Gozali & Chariri, 2007). Pengungkapan berarti mengungkapkan segala informasi mengenai keadaan perusahaan secara kualitatif dan kuantitatif yang dibutuhkan oleh pihak eksternal dan internal untuk pengambilan keputusan (Ningsih, 2017). Pengungkapan ditujukan pada pengguna laporan keuangan. Menurut Suwardjono (2005), pihak pengguna laporan keuangan begitu beragam dan model pengambilan keputusannya pun kurang dapat diidentifikasi sehingga dibutuhkan penyampaian informasi kualitatif atau non-kualitatif yang cenderung meluas dan jarang menjadi menyempit.
Secara umum tujuan pengungkapan adalah menyajikan informasi yang dipandang perlu untuk menyampaikan tujuan laporan keuangan dan untuk memberikan informasi pada pengguna laporan keuangan yang beragam. Menurut Suwardjono (2005), terdapat 3 tujuan khusus dari pengungkapan yaitu:
1.    Tujuan melindungi, tujuan ini dilandasi oleh gagasan yang menyatakan bahwa tidak semua pemakai informasi dapat memahami laporan keuangan sehingga perlu adanya pengungkapan informasi agar adil dan terbuka. Dalam hal ini juga dimaksudkan untuk mencegah manajer yang mungkin saja akan berlaku curang.
2.    Tujuan informatif, tujuan ini dilandasi oleh gagasan bahwa pengguna laporan keuangan memerlukan informasi yang lebih dalam pengambilan keputusan. Sehingga, pengungkapan diarahkan untuk pengunkapan informasi yang efektif untuk pengambilan keputusan. Tujuan informatif ini juga yang biasanya mendasari penyusunan standar akuntansi.
3.    Tujuan kebutuhan khusus, tujuan ini merupakan gabungan dari tujuan melindungi dan tujuan informatif. Informasi yang diungkapkan ke publik hanya informasi yang dianggap bermanfaat bagi publik, sedangkan informasi lainnya yang lebih rinci disampaikan hanya kepada badan pengawas.

Melalui pengungkapan, pengguna laporan keuangan akan memperoleh informasi dan gambaran yang jelas mengenai transaksi atau kejadian ekonomi yang berpengaruh terhadap hasil operasi perusahaan. Pengungkapan dalam laporan keuangan perusahaan dibagi menjadi 2, yaitu:
1.    Pengungkapan wajib (mandatory disclousure)
Pengungkapan wajib yang diwajibka oleh lembaga berwenang. Di Indonesia pengungkapan wajib berdasarkan keputusan OJK, yang kini dikenal dengan nama OJK (Otoritas Jasa Keuangan).
2.    Pengungkapan sukarela (voluntary disclousure)
Pengungkapan sukarela adalah pengungkapan selain yang diwajibkan oleh lembaga yang berwenang.
Pengungkapan wajib diarahkan oleh regulator untuk mencegah adanya penyalahgunaan dan kecurangan. Manajemen dan investor/kreditor/masyarakat luas merupakan pihak yang terpisah dan hubungan tersebut dipandang sebagai hubungan keagenan. Karena hubungan yang terpisah tersebut dikhawatirkan terjadi asimetri informasi antara manajer dan pengguna laporan keuangan lainnya, mengingat manajer adalah pihak yang paling menguasai informasi perusahaan. Peraturan yang mewajibkan pengungkapan informasi kepublik akan mengurangi asimetri informasi antara manajer dan pengguna laporan keuangan lainnya.

Manajer yang self-interest (melakukan sesuatu demi kepentingannya sendiri), cenderung enggan mengungkapkan informasi yang dapat meningkatkan kepentingannya sendiri dibandingkan kepentingan publik. Peraturan yang dikeluarkan BAPEPAM-LK tentang pengungkapan wajib perusahaan diharapkan bisa menyeimbangkan kepentingan tersebut.

Dalam penelitian ini lebih fokus pada pengungkapan sukarela terhadap manajemen laba. Hal ini dilakukan karena beberapa alasan, yaitu:
1.  Pemerintah Indonesia melalui keputusan BAPEPAM-LK telah menetapkan aturan mengenai pengungkapan wajib,
2.    Pemerintah sudah menunjuk BAPEPAM-LK untuk mengawasi kepaturan peraturan tersebut.

Berdasarkan alasan tersebut diasumsikan bahwa semua perusahaan telah mematuhi aturan tentang pengungkapan wajib.
Tingkat pengungkapan yang tepat memang harus ditentukan, terlalu banyak informasi atau kekurangan informasi adalah hal yang sama-sama tidak menguntungkan. Evans (2003), mengidentifikasi terdapat 3 tingkat pengungkapan yaitu:
1.   Tingkat memadai, tingkat pengungapan minimum yang harus dipenuhi agar laporan keuangan secara keseluruhan tidak menyesatkan penggunanya.
2.   Tingkat wajar atau etis, tingkat pegungkapan yang hharus dicapai agar semua pihak mendapat perlakuan atau mendapatkan informasi yang sama.
3.    Tingkat penuh, tingkat pengungkapan penuh menuntut penyajian secara penuh semua informasi.

Metode pengungkapan
Menurut Suwardjono (2005), informasi akuntansi dapat disajikan dalam laporan keuangan dengan menggunakan metode sebagai berikut:
1.    Pos statemen keuangan
Informasi kuangan dapat diungkapkan melalui statemen keuangan dalam bentuk pos atau elemen keuangan sesuai standar, klasifikasi, jenis dan susunan.
2.    Catatan kaki
Catatan kaki yang diberi indeks yang jelas dan teratur sehingga memudahkan acuan.
3.    Penjelasan dalam kurung
Penjelasan singkat berbentuk tanda kurung mengikuti pos dapat dijadikan sebagai cara untuk mengungkapkan informasi.
4.    Penggunaan istilah teknis
Istilah yang tepat secara konsisten untuk nama pos, elemen, judul atau subjudul. Hanya elemen yang sangat startegis karena mempunyai objek penting dalam akuntansi.
5.    Lampiran
Statemen keuangan yang juga disebut sebagai ringkasan eksekutif dalam pelaporan keuangan. Rincian, statemen tambahan, daftar rincian atau semacamnya dapat disajikan sebagai lampiran atau disajikan dalam seksi lain yang terpisah dengan statemen utama.
6.    Komunikasi manajemen
Wawanancara dengan wartawan salah satu bentuk pengungkapan atau komunikasi manajer. Komunikasi manajer secara resmi dapat disampaikan secara tahunan dalam bentuk surat ke pemegang saham, laporan direksi, dan diskusi serta analisis manajemen.
7.    Catatan dalam laporan keuangan auditor
Pengungkapan auditor yang dianggap penting dan bermanfaat adalah pengungkapan informasiyang berkaitan dengan hal-hal yang menghalangi auditor untuk menerbitkan laporan auditor dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.
--------------------------------------------------
Daftar Pustaka
Gozali, I., & Chariri, A. (2007). Teori Akuntansi. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Ningsih, R. S. (2017). Pengaruh Pengungkapan (Disclousure) Terhadap Manajemen Laba (Studi Empiris Pada Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi yang Terdaftar di BEI Tahun 2013-2014. JOM Fekom Vol.1, 817-826.
Suwardjono. (2005). Teori Akuntansi Perekayasaan Pelaporan Keuangan Edisi 3. Yogyakarta: BPFE.

COMMENTS

Nama

Akuntansi Keuangan,15,Akuntansi Manajemen,15,Aplikasi Akuntansi,1,Ekonomi,6,Keperilakuan,24,Manajemen Keuangan,2,Perpajakan,7,Sistem Informasi Akuntansi,1,Sistem Informasi Manajemen,4,Teori Akuntansi,11,Teori Investasi dan Pasar Modal,12,
ltr
item
Info Akuntansi: Pengungkapan Sukarela
Pengungkapan Sukarela
Info Akuntansi
https://www.infoakuntansi.id/2019/06/pengungkapan-sukarela.html
https://www.infoakuntansi.id/
https://www.infoakuntansi.id/
https://www.infoakuntansi.id/2019/06/pengungkapan-sukarela.html
true
566536763226980104
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy